Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Ayam Betutu, Kuliner Bali yang Kaya Rempah dan Sarat Tradisi

cek disini

Ayam Betutu Khas Bali: Warisan Rasa Tradisional yang Mendunia

Inews Gianyar- Bicara tentang kuliner Bali, nama Ayam Betutu hampir pasti ada di urutan teratas. Hidangan khas Pulau Dewata ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga bagian dari identitas budaya dan tradisi masyarakat Bali yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Ayam Betutu dikenal dengan cita rasanya yang kaya rempah dan aroma khas yang menggugah selera. Proses memasaknya yang unik, penuh kesabaran, serta bumbu tradisional yang digunakan menjadikan hidangan ini istimewa dan berbeda dari olahan ayam lainnya di nusantara.


Sejarah Panjang Ayam Betutu

Asal-usul Ayam Betutu berakar dari tradisi masyarakat Bali yang sering menggunakan sajian ini dalam berbagai upacara adat, seperti odalan (upacara di pura), pernikahan, hingga upacara keagamaan. Dahulu, hidangan ini dianggap sebagai makanan sakral yang hanya disajikan pada momen-momen penting.

Kata betutu sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yakni “tunu” yang berarti membakar dan “tutu” yang berarti tertutup. Filosofi ini menggambarkan cara memasak ayam dengan cara dipanggang atau dikukus dalam keadaan tertutup rapat, sehingga bumbu meresap sempurna hingga ke dalam daging.

Ayam Betutu, Kuliner Bali yang Kaya Rempah dan Sarat Tradisi
Ayam Betutu, Kuliner Bali yang Kaya Rempah dan Sarat Tradisi

Baca Juga : Maybank Marathon 2025: Semangat Sportivitas Tanpa Batas di Gianyar Bali


Bumbu Rahasia yang Kaya Rempah

Ciri khas Ayam Betutu terletak pada penggunaan base genep, yaitu bumbu lengkap khas Bali yang terdiri dari berbagai rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, lengkuas, cabai, serai, daun jeruk, hingga terasi. Semua bahan tersebut dihaluskan lalu dilumuri ke seluruh bagian ayam, bahkan dimasukkan ke dalam perut ayam agar meresap hingga ke tulang.

“Setiap gigitan Ayam Betutu menawarkan sensasi pedas, gurih, dan aroma rempah yang kuat. Itulah yang membuatnya selalu dirindukan wisatawan maupun masyarakat lokal,” ungkap Ni Luh Putu, seorang pengusaha kuliner di Denpasar.


Proses Memasak yang Butuh Kesabaran

Ayam Betutu tidak bisa dimasak dengan cara instan. Ada dua metode yang biasa digunakan: dipanggang dengan bara api atau dikukus hingga berjam-jam. Proses pemasakan yang lama ini membuat daging ayam menjadi sangat empuk, mudah dilepaskan dari tulang, dan bumbunya meresap sempurna.

Di beberapa daerah di Bali, Ayam Betutu bahkan dimasak dengan cara dibungkus daun pisang lalu dikubur dalam bara sekam selama 6 hingga 8 jam. Teknik tradisional ini menghasilkan aroma asap yang khas dan menambah kelezatan hidangan.


Dari Hidangan Upacara Menjadi Ikon Kuliner

Seiring berkembangnya pariwisata Bali, Ayam Bettutu kini tidak hanya disajikan dalam acara adat, tetapi juga menjadi menu utama di berbagai restoran hingga warung makan khas Bali. Wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata hampir dipastikan ingin mencicipi kuliner ikonik ini.

“Setiap kali ada tamu dari luar Bali, mereka selalu meminta untuk disuguhi Ayam Bettutu. Ini sudah jadi simbol keramahtamahan kami,” kata I Gusti Made, pemilik warung Betutu terkenal di Gilimanuk.

Bahkan, beberapa varian Ayam Bettutu kini sudah dikreasikan untuk memenuhi selera modern, misalnya Ayam Bettutu siap saji yang dikemas vakum agar bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.


Menjadi Warisan Rasa yang Mendunia

Popularitas Ayam Betutu tidak hanya berhenti di Bali. Banyak restoran Indonesia di luar negeri yang turut menyajikan hidangan ini, memperkenalkan cita rasa Bali kepada dunia.

Pemerintah Provinsi Bali pun mendorong pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan produk olahan Ayam Bettutu sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif daerah.

Dengan cita rasa yang khas, aroma rempah yang kuat, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya, Ayam Bettutu layak disebut sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia yang mendunia.


👉 Ayam Bettutu bukan sekadar makanan, tapi juga cerita tentang tradisi, kesabaran, dan kebanggaan masyarakat Bali. Setiap suapannya seakan mengajak kita untuk mengenal lebih dalam budaya Pulau Dewata.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *