Telkomsel Telkomsel Telkomsel Telkomsel

Kabupaten Gianyar Gencarkan Pelestarian Seni dan Budaya

cek disini

Pemkab Gianyar Gencarkan Pelestarian Seni dan Budaya, Bentengi Warisan Leluhur dari Ancaman Degradasi

Inews Gianyar Kabupaten Gianyar yang selama ini dikenal sebagai “jantung seni dan budaya Bali” kini tengah menghadapi tantangan besar. Arus globalisasi, perubahan gaya hidup generasi muda, hingga pengaruh eksternal yang semakin masif, perlahan menggerus kelestarian seni dan budaya lokal yang sudah menjadi identitas khas masyarakat setempat.

Melihat fenomena ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar mengambil langkah progresif dengan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Pelestarian Seni dan Budaya. Sidang pengantar Raperda tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar dan dihadiri oleh pimpinan daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

Anggota DPRD Kabupaten Gianyar, Nyoman Alit Sutarya, yang membacakan naskah Raperda mengatakan, seni dan budaya Gianyar ibarat denyut nadi yang menghidupkan pariwisata, pendidikan, hingga perekonomian Bali. Namun, jika tidak segera disikapi serius, warisan luhur ini terancam mengalami degradasi.

“Jika kita tidak bertindak cepat, nilai-nilai seni dan budaya akan semakin terkikis. Padahal ini adalah identitas dan kebanggaan Gianyar yang harus kita jaga bersama,” tegas Alit Sutarya, Senin (15/9/2025).

Kabupaten Gianyar Gencarkan Pelestarian Seni dan Budaya
Kabupaten Gianyar Gencarkan Pelestarian Seni dan Budaya

Baca Juga : Gianyar Pertahankan Emas Voli Putra Porprov 2025, Taklukkan Badung 3-0 di Final

Tujuan dan Arah Kebijakan Raperda

Alit Sutarya menjelaskan, Raperda ini bukan hanya bertujuan menjaga agar kesenian dan kebudayaan daerah tidak punah, tetapi juga memastikan warisan tersebut bisa terus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Raperda ini memperteguh jati diri daerah agar semakin kokoh menghadapi arus globalisasi. Seni dan budaya bukan hanya warisan, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga ilmu pengetahuan,” paparnya.

Ia juga merinci empat substansi utama yang ditekankan dalam Raperda:

  1. Perlindungan – Meliputi inventarisasi, pengamanan, penyelamatan, pendokumentasian, serta publikasi aset budaya agar terjaga dan dikenal lintas generasi.

  2. Pengembangan – Menghidupkan, meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan seni serta budaya lokal.

  3. Pemanfaatan – Mengarahkan seni dan budaya untuk berbagai kepentingan strategis, mulai pendidikan, agama, sosial, hingga teknologi.

  4. Pembinaan – Memberdayakan SDM, lembaga seni budaya, serta pranata seni agar masyarakat terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Gianyar.

Apresiasi Bupati Gianyar

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Gianyar yang telah menginisiasi Raperda ini. Menurutnya, kehadiran peraturan daerah tersebut akan menjadi payung hukum penting bagi pelestarian seni dan budaya Gianyar yang berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Sad Kerthi.

“Raperda ini kami harapkan mampu melindungi warisan luhur Gianyar agar tetap lestari dan menjadi pedoman hidup masyarakat,” kata Mahayastra.

Raperda APBD 2026

Dalam sidang yang sama, Mahayastra juga menyampaikan pengantar Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026. Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 3,222 triliun, terdiri dari:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 2,045 triliun lebih (63,46%).

  • Pendapatan Transfer: Rp 1,177 triliun lebih (36,54%).

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp 3,527 triliun lebih, sehingga terdapat defisit sekitar Rp 304,911 miliar. Defisit ini akan ditutup dengan pembiayaan netto yang sama besar.

Mahayastra menekankan, meski terdapat defisit, alokasi anggaran tetap difokuskan pada sektor-sektor prioritas termasuk pelestarian seni dan budaya, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat.

Benteng Identitas Gianyar

Langkah Pemkab dan DPRD Gianyar ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam melindungi sekaligus mengembangkan seni budaya lokal. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Gianyar dapat menjaga statusnya sebagai pusat seni dan budaya Bali yang tangguh menghadapi era globalisasi, sekaligus memanfaatkannya sebagai penggerak utama pembangunan daerah.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *