Inews Gianyar – Gubernur Bali Wayan Koster menggelar pengarahan penting kepada jajaran pejabat Pemprov Bali di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Kamis (10/7/2025). Acara ini menjadi titik awal percepatan pelaksanaan program strategis Bali 2025–2030, dengan penekanan kuat pada disiplin, inisiatif, dan kerja konkret dari seluruh ASN.

Gubernur Koster menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya bukan waktu untuk bersantai. Ia justru menyatakan akan bekerja lebih cepat, tajam, dan agresif demi memastikan seluruh program tuntas maksimal, sejalan dengan visi besar Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125).
“Jangan pikir karena ini periode terakhir saya, maka saya santai. Justru saya akan ngebut. Ini momentum strategis,” tegasnya.
Ia mengajak semua pejabat eselon 2 hingga fungsional untuk ikut bergerak cepat. Tak ada lagi sikap menunggu atau santai. Pejabat di lingkungan Pemprov Bali dituntut punya inisiatif dan skema kerja yang matang untuk mengeksekusi setiap program prioritas.
Selama periode pertama, Koster mengklaim telah mencetak 48 tonggak pembangunan yang ditandai dengan 21 Perda, 27 Pergub, dan 5 Surat Edaran. Kini, ia ingin mewujudkan implementasi nyata dari tonggak tersebut, terutama di sektor lingkungan, infrastruktur, dan pariwisata.
Baca Juga : Made Djirna Hadirkan ‘Transient-Continuous’ di Ubud
Fokus Prioritas: Sampah, Kemacetan & Turis Bermasalah
Masalah sampah plastik menjadi salah satu prioritas utama. Gubernur mengingatkan adanya Pergub No 97/2018 dan Pergub No 47/2019 sebagai dasar hukum. Untuk mempercepat penanganan, Koster akan memberikan insentif Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar kepada desa/banjar adat yang sukses menjalankan program pengelolaan sampah plastik.
Tak hanya itu, penghargaan juga akan diberikan kepada hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan yang proaktif dalam pengurangan sampah plastik.
Masalah kedua yang disorot adalah kemacetan lalu lintas di Bali. Dinas Perhubungan telah diarahkan untuk menyusun rencana jangka pendek dan panjang, termasuk pembangunan underpass dan transportasi massal modern. Ini sebagai bagian dari solusi jangka panjang mengurangi kepadatan kendaraan di titik-titik strategis.
Di sektor pariwisata, Koster menegaskan penertiban akan terus digencarkan. Pemerintah telah mendeportasi ratusan wisatawan asing nakal dan akan menindak tegas pengusaha transportasi ilegal yang merusak citra Bali.
“Semua ini adalah bentuk cinta saya kepada Bali. Dunia memantau kita. Jangan sampai citra pariwisata Bali tercoreng,” tutupnya.
















